This is the light edition of the RNW website. Click here for the full version.
27 January, 2012 - 13:26

Floriade 2012: Indonesia, Kepulauan Rempah-Rempah

rempah-rempah  data/files/rempah-rempah.jpg

Indonesia tampaknya tidak bosan-bosan berpartisipasi dalam Floriade, pameran pertanian akbar yang pada prinsipnya digelar setiap sepuluh tahun sekali di Belanda. Setelah bergabung tahun 1992 dan 2002, tim Indonesia kembali turut meramaikan pameran ini, April mendatang di Venlo, Belanda Selatan.

Walaupun tujuan awalnya untuk memperkenalkan beragam komoditas hortikultara, belakangan ajang Floriade lebih sering dipakai untuk berbagai macam tujuan. Negara-negara peserta diberi peluang menggambarkan perkembangan ekonomi, sosial, budaya dan teknik.

Indonesia memanfaatkan ajang Floriade 2012, yang berlangsung dari 5 April - 7 Oktober, untuk mempromosikan pariwisata, perdagangan dan budaya. Di kompleks paviliun seluas seribu meter persegi, Indonesia akan menunjukkan kebolehannya di bidang-bidang tersebut.

Bisnis
“Tahun ini lain dari sepuluh tahun lalu,” tutur Sulfani Masar, juru bicara Indonesia di Floriade. Pada kesempatan kali ini Indonesia akan lebih mengutamakan faktor bisnis. “Kami akan mencari pembeli untuk pelbagai produk dari provinsi-provinsi kami.”

Sementara untuk provinsi-provinsi yang ingin menggunakan energi ramah lingkungan, seperti energi angin dan air, mereka pun akan dicarikan investor dari Eropa.

Dengan kata lain, pada Floriade tahun ini, tim Indonesia akan lebih aktif mencari sponsor. “Sepuluh tahun lalu provinsi-provinsi yang datang ke Floriade membawa produknya, taruh produk dan brosurnya dan mereka jalan-jalan,” tutur Sulfani Masar kepada Radio Nederland.

“Kami ingin memperlihatkan kepada para sponsor kami di Indonesia tidak sia-sia memberikan dana untuk ikut ke Floriade, ditambah lagi dengan mendapatkan hasilnya juga, yang bisa dipakai di Indonesia.”

Spices islands Indonesia
Pada Floriade tahun ini, Indonesia ingin tampil sebagai spices islands atau kepulauan rempah-rempah. “Kami akan mengembalikan jaman kejayaan Indonesia seperti di jamannya Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) di Belanda ini,” ungkap Sulfani Masar.

Tim Indonesia di Floriade akan menekankan kembali bahwa banyak obat-obatan herbal, produk-produk yang dibuat dari rempah-rempah yang tumbuh di Indonesia, banyak dipakai di luar negeri.

“Tampaknya Indonesia sebagai spices islands sudah terlupakan. Sedangkan di jamannya VOC, rempah-rempah itu, semuanya datang dari Indonesia. Sekarang kami mau mempromosikan kembali spices-spices dari Indonesia tersebut.”