This is the light edition of the RNW website. Click here for the full version.
4 May, 2012 - 12:56

Pernyataan Bukan Musuh Dikecam

Bagi banyak warga Belanda Perang Dunia Kedua belum tuntas seusai pembebasan. Orang Jerman, Italia dan Austria yang tinggal di Belanda diselidiki. Nasib mereka di tangan Nederlands Beheersinstituut (NBI), Lembaga Pengelola Belanda. Lembaga ini dihujani banyak kritik.

Orang Jerman, Italia, yang disebut "Jerman Sudeten" (minoritas Jerman di Ceko-Slowakia pra perang) dan orang Austria, hanya boleh menetap di Belanda dengan persetujuan NBI. Mereka diberi apa yang disebut pernyataan bukan musuh. Walaupun mereka sudah puluhan tahun tinggal di sini dan sudah terintegrasi penuh, mereka toh harus membuktikan tidak "salah" semasa perang.
Setiap orang diwajibkan menitipkan hartanya untuk sementara kepada lembaga NBI. Dengan demikian mereka tak lagi berhak menentukan nasib seluruh harta tersebut. Setelah menyerahkan pernyataan resmi, harta mereka dikembalikan.
NBI kontroversial. Menteri Kehakiman kala itu, Donker, tahun 1953 menyatakan bahwa administrasi NBI sangat buruk. Sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan Belanda mengecam pedas NBI dalam laporannya.
Penjarahan dan pencurian
Tugas NBI di masa perang ditentukan oleh Ratu Wilhelmina bersama pemerintah di London. Banyak sekali harta dikumpulkan dari penjarahan, pencurian atau pencabutan hak. Berdasarkan Keputusan Harta Musuh dari tahun 1944, antara lain benda bergerak dan tak bergerak milik pengkhianat negara ditaruh d bawah pengawasan pemerintah.
Lenie Bolle menyelidiki lembaga NBI dan perlakuan terhadap keluarga-keluarga NSB untuk Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie (NIOD), Yayasan Dokumentasi Perang Belanda. (Di saat perang NSB adalah partai yang berkolaborasi dengan Jerman.)
"NBI dipandang sebagai aparat sementara tapi dengan tugas luar biasa. Pada puncak kegiatannya NBI mengurus lebih dari 150 ribu kasus pelacakan, pengelolaan dan likuidasi. NBI tidak hanya mengelola kasus para pengkhianat negara, tapi juga harta mereka yang tidak selamat dari perang. Kasus-kasus ini diurus oleh 2000 anggota staf, 20 ribu penguasa dan oleh sejumlah besar pengelola," kata Lenie Bolle.
Duit masuk
NBI kontroversial, tapi menghasilkan uang. Menurut pemerintah Belanda uang itu berhak diambilnya setelah penderitaan semasa perang. Hein Klemann adalah gurubesar sejarah ekonomi di Erasmus Universiteit Rotterdam. Ia membenarkan Belanda memang ingin memiliki milyaran melalui lembaga NBI.
Uang yang diperlukan untuk pembangunan ulang.
Berapa jumlah uang yang diperoleh tidak jelas. Tapi sejarah membuktikan bahwa secara ekonomi cara ini tidak selalu menguntungkan.
"Ekonomi Jerman dan Belanda sangat terkait satu sama lain sebelum perang. Banyak perusahaan dan individu bermasalah gara-gara hartanya ditaruh di bawah pengawasan NBI. Di Belanda banyak pelayar Jerman berlayar di sungai-sungai dengan bendera Belanda."
Keluarga Mion asal Italia
Arsip disimpan di ruang bawah tanah Arsip Nasional di Den Haag. NBI belum sering diperiksa. Itu tidak aneh. Tidak ada yang tercatat secara digital dan para peneliti terpaksa membongkar berkas yang tak terhitung jumlahnya. Di arsip ini tersimpan juga data keluarga Mion dan Schneider.
Berkas keluarga Italia Mion terdiri dari kertas dan formulir yang tercampuraduk ratusan rekening dan neraca. Berkas keluarga Jerman Schneider lebih jelas sedikit, tapi toh harus diperiksa secara teliti. Setelah artikel tentang pernyataan bukan musuh dipublikasikan Wereldomroep dan harian Trouw Mei 2011, anggota keluarga tersebut menghubungi kami.
Perusahaan dijual
Dari berkas-berkas itu kelihatan bahwa anggota keluarga Mion di Dordrecht dan Tilburg dituduh berkolaborasi. Pemilik perusahaan Dordrecht itu misalnya dituduh menyuarakan sikap positifnya terhadap Jerman kepada beberapa orang.
Tapi di berkas anggota keluarga Dordrecht ini ditemukan juga surat yang menunjukkan walikota kota itu membela anggota keluarga ini. Tapi itu sia-sia saja. Perusahaannya yang disita dijual kepada korban perang.
Pembuktian seputar keluarga Mion di Tilburg lebih cepat. Keluarga ini "salah" di masa perang, kata NBI. Keluarga Mion dari Breda sudah menerima pernyataan mereka bukan musuh tahun 1948 dan harta mereka dikembalikan. Keluarga ini masih tinggal dan bekerja di Breda.
Keluarga Jerman Schneider
Nasib keluarga Jerman awalnya tampak sedikit lain. Keluarga ini dipanggil tahun 1947 karena harus lapor di kamp dekat Nijmegen. Setiap keluarga boleh membawa paling banyak 25 gulden. Barang-barang mereka dijual. Mereka akhirnya mendapat ijin tinggal karena kepentingan keluarga.
Wilhelm Schneider pernah menikah dengan perempuan Belanda dan dikaruniai empat anak. Mereka luput diekstradisi karena bersembunyi. Keluarga ini masih tinggal di Breda.