Seniwati Marlene Dumas memang termasuk seniman top Belanda, dilihat dari segi ketenarannya di dunia internasional di bidang seni rupa. Ia paling banyak menggelar pameran baik di dalam maupun di luar negeri.
Harga karya seninya paling mahal (tahun lalu 1,7 miliar ditawarkan untuk "My moeder voor sy my moeder was"). Namanya juga tercantum dalam daftar seniman kelas kakap di dunia.
Hal tersebut tercantum dalam hasil penelitian majalah Elsevier di kalangan galeri dan museum terkenal di dalam dan di luar negeri. Minggu lalu diterbitkan edisi ketujuh Top-100 seniman Belanda yang paling dikenal di luar negeri.
Yang diteliti adalah sejumlah ekposisi solo, pembelian karya seni yang dilakukan museum, sejumlah hadiah yang diraih seorang seniman dan jumlah artikel di majalah-majalah internasional. Marlene Dumas mengungguli seniman-seniman lain.
Nomor dua adalah fotografer Rineke Dijkstra, disusul oleh fotografer Erwin Olaf pada rangking ke 3.
Krisis
Namun demikian para seniman papan atas Belanda juga kena dampak krisis keuangan. Hasil pelelangan pada 2011 turun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya senilai rata-rata 40 persen. Menurut hasil sebuah penelitian, pembelian karya seni yang dilakukan museum berkurang dibandingkan beberapa tahun lalu.
Karya Marlene Dumas yang dipamerkan di Fondazione Stelline di Milano dapat disaksikan sampai 17 Juni. Setelah itu ada lagi pameran solo pada 2014 di Belanda. Karya fotografer Rineke Dijkstra antara lain dipamerkan di San Francisco Museum of Modern Art sampai 28 Mei, dari 29 Juni sampai 3 Oktober ditayangkan di Museum Guggenheim di New York.
Fotografer Erwin Olaf menyelenggarakan pameran solo di galeri Kong di Seoul, Korea, dari 25 September hingga 21 Oktober.