HILVERSUM (RNW) - Jangan mengunjungi pekerja seks, hati-hati jika menggunakan alkohol dan narkoba dan jangan lupa mempertimbangkan bahwa homoseksualitas merupakan isu peka di Ukraina. Demikian nasihat terpenting dalam buku panduan Piala Eropa "Oranje Boekje EK 2012".
Buku ini disusun Kementerian Luar Negeri di Den Haag bersama Organisasi Sepak Bola Belanda KNVB dan Klub Suporter Oranje.
Buku 60 halaman itu, yang online sejak Selasa (15/05), berisi berbagai tips bagi suporter untuk melewati Piala Eropa di Polandia dan Ukraina, tanpa masalah. Selain kebencian terhadap orang gay, buku tersebut juga menunjuk pada risiko penggunaan minuman beralkohol: penggunaan alkohol di jalan dilarang di Ukraina, dan siapa yang mengemudi mobil dilarang minum alkohol.
Selain itu, kepemilikan narkoba dilarang keras dan otoritas Ukraina tidak membedakan antara harddrugs dan softdrugs. Sanksinya cukup berat: orang yang membawa sebuah joint bisa dikenakan hukuman penjara.
Dianjurkan supaya mengikuti dengan baik petunjuk polisi dan penting untuk tidak berdiskusi dengan mereka. "Mereka lebih ketat di sana dan tidak begitu toleran," kata Kementerian Luar Negeri Belanda. Lain dari di Belanda, tindak kejahatan kecil, tidak ditolerir.
Prostitusi
Buku juga berisi banyak informasi lucu dan praktis. Misalnya tentang steker dan stopkontak, menelepon, berenang, air, makanan dan obat-obatan. Buku juga memberi anjuran soal prostitusi: "pemakaian jasa seorang pekerja seks dilarang di Ukraina. Di negeri ini pekerja seks tidak menjalani pemeriksaan medis dan banyak dari mereka tertular virus HIV dan penyakit menular seksual lainnya."
Bantuan konsuler
Pada putaran pertama Piala Eropa, Kementerian Luar Negeri menempatkan empat staf ekstra di sekitar stadion di Charkov untuk membantu para fans Oranje jika mengalami masalah. Mereka mengenakan baju khusus sehingga mudah dikenal.
Tapi mereka juga ditempatkan di lokasi-lokasi lain di kota, tempat banyak pecinta bola berkumpul.
Diperkirakan tidak akan terjadi masalah besar. "Tapi selalu ada orang yang kehilangan paspor atau kecurian kamera foto. Kami berusaha membantu mereka secepat mungkin, misalnya mengurus pengganti dokumen perjalanan," kata pihak Kementerian Luar Negeri.