52 juta pemilih di Mesir hari ini dan besok akan memilih presiden baru. 13 kandidat menyatakan mereka adalah pemimpin ideal untuk Mesir setelah Revolusi Musim Semi Arab. Apakah pemilu berjalan secara demokratis masih menjadi perdebatan. Masih kuatnya posisi militer masih mengkhawatirkan banyak pihak.
"Revolusi Mesir tidak ada", "Permainan komedi sedang berlangsung di Mesir", "Revolusi jalan terus tidak perduli siapa yang jadi presiden", "Tuhan melindungi pemuda Mesir." Demikian berbagai komentar atas beberapa kartun yang dipasang di situs internet dan Faceboek Redaksi Arab Radio Wereldomroep. Para pengunjung memberikan 'jempol' pada gambar satir yang memperlihatkan Mubarak yang terlahir kembali, jendral yang bermain di Facebook atau pergulatan demokrasi muda.
Warga Mesir menyukai lelucon, satir dan intrik. Mesir juga menjadi pusat peredaran kartun-kartun politik Arab. Kartun beredar di mana-mana mulai dari koran sampai Facebook. Kartun-kartun itu kritis, tajam, sarkatis dan menghibur publik.
Sejak revolusi Tahrir para kartunis semakin bebas berkarya. Dulu presiden tidak boleh dilecehkan, sekarang semua orang menjadi incaran: pejabat militer, pemimpin politik dan agama. Belum lama ini pemimpin Salafisme dihujat karena hij menyangkal pernah melakukan operasi hidung.
Cuma ada satu topik yang tidak pernah diangkat oleh para kartunis: agama. Topik yang satu ini terlalu sensitif tapi selain topik satu ini semua orang bebas.