This is the light edition of the RNW website. Click here for the full version.
23 May, 2012 - 10:14

Guru Besar Studi Indonesia Hans Teeuw Wafat

  data/files/hans_teeuw.jpg

Guru Besar Literatur dan Ahli Indonesia Hans Teeuw wafat pada usia 91 tahun. Walau sudah meninggal sejak 18 Mei lalu, pengumuman baru dikeluarkan hari ini. Teeuw dikenal sebagai pelopor studi Indonesia modern baik di Belanda maupun di Indonesia.

Di luar dunia akademis Profesor Teeuw dikenal karena Kamus Indonesia-Belanda karangannya. Kamus yang sudah masuk lima edisi itu sampai sekarang masih tetap dipakai oleh para penterjemah. Sampai pada usia 87 tahun beliau masih rajin membaca Tempo untuk mencari tahu apa ada kata baru yang masuk dalam Bahasa Indonesia modern.
Dalam dua puluh tahun terakhir Profesor Teeuw memfokuskan diri untuk menulis tentang Pramoedya Ananta Toer. Ia sudah menulis dua buku tentang Pramoedya dan berharap agar pengarang termasyur Indonesia itu bisa mendapatkan Penghargaan Nobel.
Sejak 1992 dimulai pemberian Penghargaan Profesor Teeuw untuk warga Indonesia dan Belanda yang memberikan kontribusi akademis penting untuk meningkatkan hubungan dua negara. Penerima penghargaan antara lain aktivis HAM dan pengarang Goenawan Mohamad.
Pada Jumat mendatang akan digelar misa di Gereja Mare (Marekerk) di Leiden.