Forum-forum internet serta majalah-majalah film telah lama heboh dibuatnya. Sekarang George Lazenby, mantan pemeran James Bond, juga ikut memperdebatkannya. Skyfall, film James Bond terbaru, adalah sang biang kerok. Di dalam film tersebut, sang agen 007 mengganti minuman martini-vodka kegemarannya dengan bir bermerk Heineken.
Profil agen rahasia ini memang tidak lengkap tanpa tuksedo pas badan, jam tangan bermerk, mobil Aston Martin dan perempuan cantik di sampingnya. Ditambah dengan sebuah gelas kristal elegan berisi "campuran martini dan vodka yang dikocok, bukan diaduk”. Kalau bisa, penggambaran itu juga dilengkapi dengan latar belakang kasino eksklusif di bawah lambaian pohon kelapa.
“Dalam setting seperti itu, tentu kurang pas kalau Bond memesan bir. Terlalu jauh perubahannya”, kata Merlijn Kuiper dari James Bond Belanda, situs berita internet tentang sang agen rahasia.
Jangan banyak cing-cong
George Lazenby, orang Australia yang memerankan Bond dalam On Her Majesty’s Secret Service, berkomentar pedas dalam situs gosip Amerika TMZ. Dalam Skyfall, film Bond ke-23 ini, “tradisi suci" Bond telah dilanggar demi sebuah tujuan: uang. Lazenby menambahkan dengan sinis: “Bir yang ditampilkan bahkan bukan bir terbaik di dunia”.
“Lazenby nggak usah banyak cing-cong”, kata Jasper Harrtog dalam situs Bondlog.nl. “Dia cuma bermain sekali dalam film James Bond, tapi sejak saat itu terus minta uang dari segala pertunjukan yang berkaitan dengan James Bond”.
Trend
“Ini cuma trend semata. Film-film James Bond memang selalu dipenuhi atribut iklan. Dari jam tangan mahal bermerk Seiko hingga gadget bermerk Philips tahun 1980-an,” kata Matthijs Ruppert, pengelola situs penggemar James Bond berbahasa Belanda. Menurut saya, iklan bir itu biasa saja”.
Di samping keberatannya secara pribadi, Merlin Kuiper, penggemar fanatik dari situs berita James Bond, menganggap Lazenby sedikit norak. “Kalau Aston Martin, produsen mobil Inggris, memberikan delapan mobilnya, semua orang pun setuju. Karena memang iklan tersebut menguntungkan penjualan mobil. Lantas, kenapa Heineken tidak boleh?”
Otentik
Kerja sama komersial antara Heineken, produsen bir asal Belanda, dengan James Bond sudah dimulai sejak 1997 ketika film Tomorrow Never Dies keluar. Sejak saat itu, logo Heineken muncul di layar, meski hanya di latar belakang gambar. Sebagai gantinya, Heineken boleh menampilkan logo Bond di botol dan kaleng bir, serta iklan lainnya.
Namun di tahun 2012, persis 50 tahun setelah film Bond yang pertama keluar, Heineken beriklan dengan blak-blakan. Menurut kabar yang beredar, biaya yang dikeluarkan mencapai 45 juta dollar. Belum ada yang tahu kapan dan berapa kali Daniel Craig, pemeran James Bond, meminum bir Heineken dalam film tersebut.
Ketika dihubungi lewat telepon, pihak Heineken menolak menangggapi. Namun lewat email, mereka memberitahukan bahwa “salah paham kalau James Bond tidak minum campuran martini dan vodka lagi. Tentu saja, James Bond pasti minum itu”.
Lagipula, masih ada yang perlu diungkap. “Dalam License to Kill dan Quantum of Solace, James Bond juga memesan bir”, ungkap Hartog dalam situs James Bond.
Wajar
Daniel Craig tidak ambil pusing soal ini. “Apa salahnya kalau James Bond minum bir”, tukasnya dalam sebuah wawancara dengan situs Amerika Moviefone.
“James Bond memang seorang peminum. Itulah yang membentuk karakternya. Dalam film ini, kebetulan yang diminum adalah bir Heineken”.
Daniel Craig sangat sadar kalau industri dunia hiburan tidak bisa berjalan tanpa adanya product placement. Produksi raksasa senilai ratusan juta dollar cuma bisa dijalankan dengan bantuan sponsor. “Meski tidak menyenangkan, ini adalah bagian penting dari pembuatan film seperti Skyfall”.
Penayangan perdana Skyfall akan dimulai pada 26 Oktober 2012.
Trailer film Skyfall dapat dilihat di sini.