"Saat ini, saya mental dan fisik lebih kuat," kata Ibrahim Afellay saat bergabung dengan tim Oranje, Senin malam 28 Juli, menyongsong Kejuaraan Sepakbola Eropa 2012. Dengan pernyataan tersebut, pemain klub Barcelona ini mengacu pada cedera lutur parah, yang memaksanya beristirahat selama tujuh bulan.
Ia mengalami cedera pada bagian lutut (anterior cruciate ligament) pada saat latihan September tahun lalu. Dan baru tampil kembali dalam ajang kompetisi Spanyol bulan April lalu. Kini, walaupun Ibrahim Afellay kehilangan ritme bermain, pelatih tim nasional Belanda, Bert van Marwijk, gembira bisa menyertakan namanya dalam daftar pemain.
"Saya sangat menghargai kepercayaan yang diberikan oleh pelatih," ujar pemain tengah berusia 26 tahun ini pada kerumunan pers internasional, usai mengikuti sesi latihan singkat, di Hoenderloo, di kawasan hutan Belanda Timur.
"Tentu saja, ketrampilan saya tidak hilang. Seorang pemain sepakbola jalanan tetap akan menjadi pemain sepakbola jalanan. Selain itu, seorang pemain sepakbola dalam kondisi fit pun bisa saja bermain jelek.
Jam Bertanding
Berbagai kegiatan menyangkut klubnya mencegah kemungkinan Ibrahim Afellay bergabung lebih awal dengan tim nasional menjelang Kejuaraan Sepakbola Eropa 2012 ini. Sabtu lalu, ia masih harus hadir dalam pesta perpisahan pelatih Pep Guardiola. Sehari setelah FC Barcelona menundukkan Athletic Bilbao, dalam final the Copa del Rey, dengan skor 3-0.
Sepanjang pertandingan Ibrahim Afellay hanya duduk di bangku cadangan. Dan ini sangat mengecewakan Bert Van Marwijk. Ia lebih senang jika jam bertanding Ibrahim Afellay bertambah sebanyak mungkin. Jika sempat bergabung lebih awal, Ibrahim Affelay bisa ikut berlaga melawan Bulgaria di Amsterdam. Pertandingan persahabatan ini berakhir dengan skor memalukan, kalah 1-2. Ia juga sebenarnya bisa diturunkan daam pertandingan melawan Bayern Munchen Selasa sebelumnya di Jerman. Juga dengan hasil kekalahan bagi tim Oranje, 3-2.
"Saya rasa saya tidak banyak kehilangan selama absen bermain," gurau Ibrahim Afellay Senin malam lalu. Sebaliknya sangat jelas, tim Oranje memang kehilangan pemain ini. Bert van Marwijk tahu persis. Untuk membangun serangan, ia membutuhkan pemain tengah kreatif di lini tengah kiri. Yang kini menjadi pertanyaan adalah, setelah absen sekian bulan, apakah Ibrahim Afellay masih bisa diharapkan untuk menjadi faktor penentu dan mengangkat tim Oranje yang sedang melempem.
Yang jelas, ia tampak fit, santai tetapi tegar. Ambisi dan semangatnya tidak usah diragukan. "Saya merasa bermimpi buruk. Berupaya kembali fit benar-benar perjuangan berat. Tapi, kini saya sudah pulih kembali."
Tekanan Lini Tengah
Dengan penampilannya pada rentetan babak kualifikasi, Ibrahim Afellay benar-benar mempesona pecandu bola. Ia punya perang penting dalam kemenangan telak Belanda melawan Hungaria (4-0) di kandang lawan, dan melawan Swedia (4-1) di kandang sendiri. Rabu besok, ia tampaknya akan diturunkan dalam pertandingan persahabatan ketiga, dalam rangka persiapan menuju ke piala Eropa ini, melawan Slowakia, di Rotterdam.
Dengan pemain sayap tengah sekaliber ini, gempuran lini depan Belanda akan mengurangi tekanan pada lini pertahanan. Bagian yang selama pekan lalu tampak masih lemah. Keraguan masih ada pada pemain belakang tengah, Joris Mathijsen. Dalam pertandingan melawan Bulgaria, setelah bermain selama enambelas ia sudah tampak jalan terpincang-pincang.
Hasil pemeriksaan sementara mengisyaratkan tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun, kepastian mengenai seberapa parah cedera ini, masih harus ditunggu. Tampaknya, Joris Mathijsen tidak akan bisa ikut bermain, pada pertandingan pembukaan tim Belanda melawan Denmark, tanggal 9 Juni mendatang.