Omar Abdallat (33) dari Yordania keluar sebagai pemenang dalam Cartoon Spring Competition atau Kompetisi Kartun Musim Semi. Gambar kartunnya yang berjudul “Tweet kebebasan” dipilih sebagai pemenang dalam Stripdagen Haarlem atau Pekan Komik Haarlem oleh juri yang merupakan seniman gambar terkenal dari Arab. Komik Arab merupakan tema dalam Stripdagen Haarlem tahun ini.
Radio Nederland Wereldomroep menyelenggarakan Cartoon Spring Competition bekerja sama dengan Stripdagen Haarlem, festival komik internasional yang diadakan dua tahun sekali. Kompetisi ini juga didukung oleh CartoonMovement, jaringan online para kartunis profesional.
Dalam kompetisi ini, kartunis muda Arab diberikan kesempatan untuk mengekspresikan visi mereka tentang Musim Semi di Arab di hadapan khalayak luas.
Pameran dalam Stripdagen Haarlem menitikberatkan kepada komik Arab. Ketika para pengunjung dan wartawan berbondong-bondong memasuki ruang pameran, seniman Gihèn ben Mahmoud dan Kifah Al-Reefi tengah sibuk mengamati karya mereka dan rekan-rekan seniman lainnya. Dengan antusias, para pengunjung berbicara dengan Ben Mahmoud.
“Seorang perempuan kuat yang menggambar para perempuan kuat yang tahu apa yang mereka mau." Begitulah Jurgen Maas dari majalah Timur-Tengah ZemZem menggambarkan Ben Mahmoud dalam pidato pembukaan.
Gaya dan visi berbeda
Ben Mahmoud pun kebagian bicara. Atas nama dewan juri, ia mengumumkan pemenang Cartoon Spring Competition. Kedelapan gambar yang masuk nominasi memiliki gaya dan visi yang berbeda.
Salah satu kartunis menggambarkan perpecahan masyarakat, yaitu antara kaum Muslim dan pihak tentara. Sementara itu, kartunis lainnya menggambarkan harapannya supaya pemuda Tunisia yang membakar diri akhirnya juga membakar negara-negara Arab.
Menurut dewan juri, kartun “Tweet kebebasan” karya Omar Abdallat unggul karena sederhana, kuat dan unik. “Karyanya simpel, baik konsep maupun aplikasinya”, jelas Kifah Al-Reefi, seniman asal Irak. “Abdallat tidak menggunakan embel-embel yang tidak perlu untuk menyampaikan pesannya. Ia punya gaya sendiri”.
Kenalan baru
Ben Mahmoud merasa senang dengan perhatian dunia internasional terhadap seni komik Arab. “Kami mengenal semua seni Eropa. Namun sebaliknya, tidak semua orang tahu kalau ada banyak seniman di dunia Arab," tuturnya.
“Saya sendiri mendapat pelajaran dari pameran ini”, ungkap Lena Merhej, seniman dari Libanon yang datang terlambat malam itu akibat keterlambatan kereta. “Saya kenal sebagian besar rekan seniman di sini, tapi ada juga orang-orang yang baru buat saya."
Mereka berharap kompetisi ini dapat menyemangati para seniman muda berbakat. “Penting bagi para kartunis muda untuk tetap mengekspresikan diri atas segala yang terjadi di dunia ini."