Kelompok Muslim Shari’a4Belgium memandang provokasi sebagai sarana efektif dalam menyebarkan pesan Islam radikal kepada masyarakat. Pekan lalu kelompok ini berhasil mengumpulkan banyak politikus dan media Belanda dengan salah satu aksi provokasi mereka.
Fouad Belkacem, pimpinan gerakan tersebut, lewat internet mengucapkan terima kasih kepada para politikus Belanda dan wartawan atas "perhatian" mereka pekan lalu. “Mereka sangat membantu kami. Kalau harus bekerja sendiri, kami tidak akan pernah bisa menyebarkan pesan kami seluas itu. Setelah insiden-insiden yang terjadi, semakin banyak yang menonton video-video kami di internet."
Provokasi
Shari'a4Belgium ingin mendirikan Khilafah Islamiyah dan menerapkan syariat Islam di seluruh dunia. Di Timur-Tengah, menurut kelompok ini, kekerasan boleh digunakan demi mencapai tujuan tersebut. Di Eropa, sebaliknya, pesan tersebut hanya boleh disebarkan melalui propaganda damai atau dakwah. Dalam hal itu, provokasi adalah sarana terpenting.
Di Belgia, Belkacem divonis karena menyerukan kebencian dan kekerasan terhadap kaum non-Muslim. Sementara itu di Maroko, ia dicari akibat kasus perdagangan narkoba.
Shari’a4Holland cabang di Belanda menyelenggarakan sebuah konferensi yang rencananya dihadiri oleh Belkacem yang kontroversial itu. Hasilnya tidak seperti yang diharapkan: keributan, wartawan yang marah dan sidang khusus Parlemen yang diajukan oleh partai untuk kebebasan PVV dan partai sosial demokrat PvdA.
Pura-pura
Menteri Opstelten dari kabinet demisioner tidak menyangka Belkacem berani datang ke Belanda. Jika datang ke Belanda, ia pun berisiko diekstradisi ke Maroko. Kepada sang menteri, Belkacem menyatakan ia “bisa berjalan sendiri ke neraka (Maroko,-red)."
Pada hari pelaksanaan konferensi, sabtu ( 26/05) lalu, Balkacem berpura-pura berada di Belanda. Ia mengirim orang yang mirip dirinya dan memparkir mobilnya di Amsterdam.
“Belkacem terlihat di Belanda”, desas-desus tersebut meledak di Twitter. Namun ternyata ia berada di rumahnya di Belgia, sedang asyik menikmati aksinya yang berjalan sukses."
Biang heboh
Anggota Shari’a4Belgium sebelumnya pernah bikin heboh di Belanda. Mereka pernah menganggu acara ceramah tentang Islam liberal di gedung pertemuan De Balie dan juga pernah unjuk rasa menuntut pembebasan Mohammed Bouyeri, pembunuh sineas Theo van Gogh.
Satu hari menjelang konferensi, jubir Belanda dari gerakan ini, Abu Qasim, menggelar temu pers di Dam di Amsterdam. Ia antara lain menyarankan kepada Geert Wilders agar belajar dari kasus Theo van Gogh. Wilders pun mengadukan Abu Qasim ke polisi karena dianggap mengancam. Akibatnya Abu Qasim ditangkap, tapi setelah beberapa hari dibebaskan lagi.
Iklan
Kolumnis Belanda asal Maroko, Hassan Bahara pernah menelpon Belkacem sehubungan dengan kolomnya di koran NRC handelsblad. Seperti anak kecil ia menunjukkan kegembiraanya terhadap provokasi dan penangkapan di Dam. “Coba katakan terus terang. Bukankah ini sebuah iklan hebat dari kami? Anda kan dari media. Anda bisa menilai dengan jujur. Ini iklan hebat atau tidak?”
“Strategi media kami mempan," jelas Belkacem kepada wartawan yang keheranan itu. “Coba lihat. Saya kan tidak menelpon Anda. Anda yang menelpon saya.”
Belkacem mengakhiri pembicaraan itu dengan menawarkan bantuan kepada Bahara:
“Anda punya nomor telpon saya kan. Anda selalu bisa menelpon saya, kalau anda mau menggemilangkan karir Anda. Dengan gampang saya bisa membantu Anda dengan kutipan yang mengejutkan.”