Anda pernah mendengar Floriade? Pameran bunga dan tanaman dari seluruh dunia itu diselenggarakan di Belanda setiap sepuluh tahun sekali. Pameran hortikultura terakhir digelar pada 2002 di kota Haarlemmermeer. Untuk 5 April sampai 7 Oktober 2012 giliran kota Venlo yang menjadi tuan rumah. Indonesia tidak ketinggalan dan sudah bersiap-siap menjadi salah satu pesertanya. Penanda tanganan sebagai peserta baru saja dilakukan di Belanda.
Menyambung sukses yang dicapai sepuluh tahun lalu. Maka tim Indonesia beberapa waktu lalu secara resmi menanda tangani keikusertaan mereka pada Floriade dua tahun mendatang. Pameran besar itu juga membutuhkan persiapan besar dan matang. Untuk itu menurut direktur teknisnya Muhammad Ridamaha, timnya akan mendirikan pavilyun unik yang hanya dimiliki oleh Indonesia.
Yang tim Indonesia akan membawa tanaman tropis dan yang di mata sebagian besar warga Belanda hal itu eksotik. Jadi itu akan menarik perhatian pengunjung. Tidak hanya bunga-bunga saja yang akan dikirim ke Floriade. Tanaman bunga, kata Muhammad Ridamaha, hanya dua puluh persen dari keseluruhan.
"Kami sudah mendapatkan rekanan bisnis di Belanda. Barang-brang itu akan dikirim pakai kontainer, karena jumlahnya banyak. Kecuali yang bunga2 potong akan kita bawa pakai kargo pesawat. Disana akan diletakkan di Green House, enam bulan sebelum pelaksanaan".
Berhenti Di Tempat
Meskipun pada tahun 2002, pavilyun Indonesia memang ramai dijejali pengunjung, namun sukses itu hanya berhenti di tempat saja. Indonesia berencana untuk menampilkan sepuluh propinsi serta akan menentukan langkah lanjut.
Pada 2002 pavilyun Indonesia, tambah Muhammad Ridamaha paling bagus secara fisik. Tapi saat itu, Indonesia lupa untuk mengurusi kontrak bisnis. "Nah yang di 2012 ini kita mau coba masuk sampai bisnisnya. Artinya prospek yang kita bawa dari Indonesia akan disambut baik di Belanda dan berkelanjutan."
Mereka akan memanfaatkan Belanda sebagai pintu gerbang Eropa. Kebetulan yang dibawa pada tahun 2012 nanti semua adalah tanaman indoor. Namun tanpa mengesampingkan peserta lainnya. Indonesia menganggap, Cina adalah saingan terberat untuk tahun mendatang.
Ambisi tahun 2012 adalah menjadi juara di Floriade. Indonesia akan membawa budaya yang lain dari pada biasanya. Seperti misalnya Reog Ponorogo dan proses pembuatan angklung.
"Kebetulan Floriade itu menunggu sudah lama, karena menurut mereka, mereka akan rugi kalau kita tak ikut. Jadi sudah dari tiga tahun lalu kita diundang dan pada kenyataannya kita sudah bisa narik orang banyak," tambah Muhammad Ridamaha.
Cina Terberat
Saingan terberat aku Muhammad Ridamaha adalah Cina. Negara itu memiliki kelebihan baik dalam hortikultura maupun bunga-bunga. Tapi kalau ragamnya, kata Ridamaha Cina kalah dari Indonesia. .
Floriade juga menguntungkan Indonesia karena ada investor yang masuk dan ada beberapa produk yang dapat disalurkan di Belanda contohnya ekstrak daun mengkudu. Lalu kunjungan turis juga mengalami peningkatan.
Sementara itu panitia penyelenggara juga menyambut gembira konfirmasi keikutsertaan pavilyun Indonesia tersebut. Seperti dikatakan oleh Sulfani Masar, yang menjadi kontak penghubung antara delegasi Indonesia dengan panitia penyelenggara di Belanda.
"Mereka itu sangat bangga dan trima kasih dengan keikut sertaan Indonesia. Karena mereka berharap sekali. Sepuluh tahun lalu, orang-orang macam Pakistan, semuanya berusaha dekat dengan kita, karena mereka berharap dampaknya. Arus yang datang ke kita akan datang ke mereka," kata Sulfani Masar.
Kita lihat saja apa yang akan diraih oleh delegasi Indonesia pada Floriade mendatang. Langkah awal telah ditetapkan, tinggal menunggu langkah selanjutnya untuk mendongkrak investor di Indonesia.